Lirik SHOLAWAT ASYGHIL (Habib Ahmad Bin Umar al-Hinduan Ba’alawiy) dan Artinya
SHOLAWAT ASYGHIL (Habib
Ahmad Bin Umar al-Hinduan Ba’alawiy)
ALLOHUMMA SHOLLI 'ALAA
SAYYIDINAA MUHAMMADIN, WA ASYGHILIDZ DZOOLIMIINA BIDZ-DZOOLIMIINA (2x)
WA
AKHRIJNAA MIN BAYNIHIM SAALIMIIN WA 'ALAA ALIHI WA SHOHBIHII AJMA'IN
Artinya: “ Ya Allah,
berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah
orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya,
selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berilanlah shalawat kepada
seluruh keluarga dan para sahabat beliau.
Penjelasan:
Shalawat ini dinisbahkan kepada salah satu wali besar yang merupakan ulama beken di zamannya Sayyidina al-Imam al-Habib Ahmad Bin Umar al-Hinduan Radhiyallahu Anhu. Shalawat ini beliau catatkan dalam sebuah kitab yang beliau namakan al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.
Shalawat ini sering dibaca oleh para ulama nusantara dalam berbagai acara istighatsah dan juga dibaca oleh masyarakat luas diberbagai masjid, mushalla dan majelis-majelis taklim di jakarta dan sekitarnya.
Shalawat ini dinisbahkan kepada salah satu wali besar yang merupakan ulama beken di zamannya Sayyidina al-Imam al-Habib Ahmad Bin Umar al-Hinduan Radhiyallahu Anhu. Shalawat ini beliau catatkan dalam sebuah kitab yang beliau namakan al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.
Shalawat ini sering dibaca oleh para ulama nusantara dalam berbagai acara istighatsah dan juga dibaca oleh masyarakat luas diberbagai masjid, mushalla dan majelis-majelis taklim di jakarta dan sekitarnya.
Shalawat ini pertama kalinya
dipopulerkan di jakarta melalui pemancar radio assyafiiyah bali matraman dengan
nagham (nada) yang sangat menyentuh indah didengar dan terasa sejuk di hati
pembaca dan pendengarnya.
Abuya K.H Saifuddin Amsir pendiri Pondok Pesantren al-Asyirah al-Qur’aniyah Jakarta memasukan shalawat ini menjadi salah satu menu utama dari dzikir-dzikir istighatsah Jakarta.
Abuya K.H Saifuddin Amsir pendiri Pondok Pesantren al-Asyirah al-Qur’aniyah Jakarta memasukan shalawat ini menjadi salah satu menu utama dari dzikir-dzikir istighatsah Jakarta.
Comments
Post a Comment